Cara Membuat Laporan Laba Rugi Sederhana untuk UMKM
29 Oktober 2026 · oleh Tim BisnisGue · 5 menit baca · Dibaca 0
"Usaha saya ramai, tapi kok untungnya tidak terasa?" Pertanyaan ini sering muncul karena pemilik usaha hanya melihat omzet, bukan keuntungan sebenarnya. Tanpa catatan yang rapi, sulit mengetahui apakah usaha benar-benar untung atau justru diam-diam merugi.
Di sinilah pentingnya laporan laba rugi sederhana. Artikel ini membahas pengertian, komponen, langkah membuat, contoh lengkap, serta cara membaca laporan laba rugi agar Anda bisa mengambil keputusan usaha dengan lebih yakin.
Apa Itu Laporan Laba Rugi?
Laporan laba rugi adalah ringkasan pendapatan dan biaya usaha dalam periode tertentu, biasanya per bulan atau per tahun, untuk menunjukkan apakah usaha menghasilkan laba atau mengalami rugi.
Apa bedanya dengan laporan arus kas?
| Aspek | Laporan laba rugi | Laporan arus kas |
|---|---|---|
| Yang diukur | Untung atau rugi usaha | Uang tunai yang masuk dan keluar |
| Pertanyaan yang dijawab | Apakah usaha menguntungkan? | Apakah usaha punya cukup uang tunai? |
| Penjualan kredit | Dicatat sebagai pendapatan saat terjadi penjualan | Baru dicatat saat uang benar-benar diterima |
| Pembelian alat | Dibebankan bertahap lewat penyusutan | Dicatat penuh saat dibayar |
Keduanya saling melengkapi. Usaha bisa berlaba tetapi kekurangan kas, atau punya banyak kas tetapi sebenarnya merugi.
Komponen Laporan Laba Rugi Sederhana
| Komponen | Penjelasan | Contoh |
|---|---|---|
| Pendapatan | Seluruh hasil penjualan produk atau jasa dalam periode tersebut | Penjualan kue, jasa katering |
| Harga pokok penjualan (HPP) | Biaya langsung untuk menghasilkan produk yang terjual | Bahan baku, kemasan produk |
| Laba kotor | Pendapatan dikurangi HPP | — |
| Beban operasional | Biaya menjalankan usaha di luar produksi langsung | Gaji, sewa, listrik, promosi, ongkos kirim |
| Laba usaha | Laba kotor dikurangi beban operasional | — |
| Pendapatan dan beban lain | Pemasukan atau biaya di luar kegiatan utama | Bunga pinjaman, penjualan alat bekas |
| Laba bersih | Hasil akhir setelah semua pendapatan dan beban dihitung | — |
5 Langkah Membuat Laporan Laba Rugi UMKM
1. Tentukan periode laporan
Pilih periode yang konsisten, misalnya per bulan. Laporan bulanan memudahkan Anda membandingkan kinerja dari waktu ke waktu.
2. Jumlahkan seluruh pendapatan
Kumpulkan semua penjualan dalam periode tersebut, baik tunai, transfer, marketplace, maupun penjualan yang belum dibayar.
3. Hitung harga pokok penjualan
Jumlahkan biaya bahan baku dan kemasan untuk produk yang terjual. Jika memakai metode persediaan, gunakan rumus berikut:
HPP = Persediaan awal + Pembelian - Persediaan akhir
4. Catat semua beban operasional
Masukkan gaji (termasuk gaji pemilik), sewa, listrik, internet, promosi, transportasi, biaya marketplace, dan penyusutan peralatan.
5. Hitung laba kotor dan laba bersih
Laba kotor = Pendapatan - HPP
Laba bersih = Laba kotor - Beban operasional -+ Pendapatan dan beban lain
Contoh Laporan Laba Rugi Sederhana UMKM
Berikut contoh laporan laba rugi bulanan usaha kue rumahan "Dapur Manis" (angka ilustrasi):
| Keterangan | Jumlah (Rp) |
|---|---|
| Pendapatan penjualan | 25.000.000 |
| Harga pokok penjualan (bahan baku dan kemasan) | (11.000.000) |
| Laba kotor | 14.000.000 |
| Gaji karyawan dan pemilik | (4.500.000) |
| Sewa tempat | (1.500.000) |
| Listrik, gas, dan air | (800.000) |
| Promosi dan iklan | (700.000) |
| Ongkos kirim dan biaya marketplace | (1.000.000) |
| Penyusutan peralatan | (500.000) |
| Total beban operasional | (9.000.000) |
| Laba usaha | 5.000.000 |
| Bunga pinjaman | (300.000) |
| Laba bersih sebelum pajak | 4.700.000 |
Kewajiban pajak UMKM dapat berubah sesuai aturan yang berlaku, jadi periksa ketentuan terbaru di situs resmi Direktorat Jenderal Pajak atau konsultasikan dengan petugas pajak.
Cara Membaca Laporan Laba Rugi
Angka laba saja belum cukup. Bandingkan laba dengan pendapatan untuk mengetahui margin keuntungan, sehingga kinerja bisa dibandingkan dari bulan ke bulan.
Dari contoh "Dapur Manis":
| Jenis margin | Perhitungan | Hasil | Artinya |
|---|---|---|---|
| Margin laba kotor | 14.000.000 ÷ 25.000.000 | 56% | Setiap Rp100 penjualan menyisakan Rp56 setelah biaya bahan |
| Margin laba usaha | 5.000.000 ÷ 25.000.000 | 20% | Setelah biaya operasional, tersisa Rp20 dari setiap Rp100 |
| Margin laba bersih | 4.700.000 ÷ 25.000.000 | 18,8% | Keuntungan akhir sebelum pajak dari setiap Rp100 penjualan |
Jika margin laba kotor turun, periksa harga bahan baku atau harga jual. Jika margin laba usaha turun sementara laba kotor stabil, berarti beban operasional perlu dikendalikan.
Kesalahan Umum dalam Membuat Laporan Laba Rugi
- Tidak memasukkan gaji pemilik. Laba terlihat besar, padahal sebagian sebenarnya adalah upah kerja pemilik sendiri.
- Mencampur pengeluaran pribadi. Belanja rumah tangga yang tercatat sebagai biaya usaha membuat laporan tidak akurat.
- Melupakan biaya kecil. Parkir, plastik, pulsa, dan biaya admin yang rutin bisa menjadi besar jika dijumlahkan.
- Mencatat pembelian alat sekaligus. Oven atau mesin seharga jutaan sebaiknya dibebankan bertahap lewat penyusutan.
- Tidak konsisten periodenya. Laporan yang kadang mingguan, kadang bulanan sulit dibandingkan.
FAQ Seputar Laporan Laba Rugi UMKM
Seberapa sering laporan laba rugi perlu dibuat?
Idealnya setiap bulan. Laporan bulanan membantu Anda cepat menyadari jika ada biaya yang membengkak atau penjualan yang menurun.
Apakah UMKM wajib membuat laporan laba rugi?
Untuk usaha perorangan kecil, laporan ini umumnya tidak diwajibkan secara formal, tetapi sangat disarankan. Laporan keuangan juga sering diminta saat mengajukan pinjaman ke bank atau program pembiayaan.
Bisakah membuat laporan laba rugi tanpa aplikasi akuntansi?
Bisa. Spreadsheet sederhana sudah cukup, asalkan pencatatan harian rapi. Aplikasi pembukuan membantu jika transaksi sudah banyak.
Berapa margin laba bersih yang sehat untuk UMKM?
Tidak ada angka baku karena tergantung jenis usaha. Yang lebih penting adalah membandingkan margin Anda dari waktu ke waktu dan dengan usaha sejenis.
Kesimpulan
Laporan laba rugi sederhana membantu UMKM melihat keuntungan yang sebenarnya, bukan sekadar omzet. Catat pendapatan, hitung HPP, masukkan semua beban termasuk gaji pemilik, lalu hitung laba kotor, laba usaha, dan laba bersih. Bandingkan margin setiap bulan agar Anda tahu kapan harus menyesuaikan harga, menekan biaya, atau mengembangkan usaha.
Artikel ini bermanfaat?