Bisnis Online

Cara Mengelola Keuangan Bisnis Online untuk Pemula agar Usaha Tidak Boncos

13 Oktober 2026 · oleh Tim BisnisGue · 4 menit baca · Dibaca 2

Cara Mengelola Keuangan Bisnis Online untuk Pemula agar Usaha Tidak Boncos

Banyak usaha tutup bukan karena sepi pembeli, tetapi karena uangnya tidak terkelola. Itulah mengapa cara mengelola keuangan bisnis online sama pentingnya dengan strategi jualan.

Gejalanya sering sama: pesanan ramai, omzet terlihat besar, tetapi saat akhir bulan saldo justru menipis. Uang usaha terpakai untuk kebutuhan pribadi, biaya admin marketplace tidak dihitung, dan harga jual ditetapkan tanpa perhitungan.

Panduan ini membahas langkah praktis mengelola keuangan usaha online, cocok untuk pemula yang belum punya latar belakang akuntansi.

8 Cara Mengelola Keuangan Bisnis Online

1. Pisahkan Rekening Usaha dan Pribadi

Ini langkah paling dasar dan paling sering dilewatkan. Buka satu rekening khusus usaha, lalu arahkan semua pencairan dana marketplace dan transfer pembeli ke sana. Dengan begitu, Anda tahu persis berapa uang milik usaha.

2. Gaji Diri Sendiri

Ambil gaji tetap setiap bulan dari rekening usaha, bukan mengambil uang sewaktu-waktu. Besarnya disesuaikan dengan kemampuan usaha. Cara ini menjaga modal tetap utuh dan membuat laba sebenarnya terlihat.

3. Catat Semua Transaksi

Catat setiap uang masuk dan keluar, sekecil apa pun: ongkos kirim, plastik kemasan, biaya iklan, hingga pulsa untuk melayani pembeli. Anda bisa memakai buku, spreadsheet, atau aplikasi kasir gratis. Yang penting dilakukan setiap hari.

4. Hitung Semua Biaya Tersembunyi

Penjual online sering lupa memasukkan biaya-biaya berikut ke dalam perhitungan:

  • Biaya admin dan layanan marketplace
  • Biaya program gratis ongkir atau cashback yang diikuti
  • Biaya iklan dan endorse
  • Kemasan, label, dan bubble wrap
  • Produk rusak, retur, atau hilang di pengiriman

5. Tetapkan Harga Jual dengan Rumus yang Jelas

Harga jual harus menutup semua biaya dan tetap menyisakan laba. Jangan sekadar mengikuti harga pesaing tanpa menghitung modal Anda sendiri. Contoh perhitungannya ada di bagian berikutnya.

6. Pantau Arus Kas, Bukan Hanya Omzet

Omzet adalah total penjualan, sedangkan arus kas adalah uang yang benar-benar tersedia. Dana marketplace sering cair beberapa hari setelah pesanan selesai, padahal Anda harus membeli stok lebih dulu. Pastikan selalu ada kas cukup untuk belanja stok dan biaya operasional.

7. Siapkan Dana Darurat Usaha

Sisihkan sebagian laba setiap bulan sebagai cadangan. Dana ini berguna saat penjualan turun, ada retur besar, atau perlu memperbaiki peralatan, sehingga Anda tidak perlu berutang.

8. Buat Laporan Keuangan Sederhana Tiap Bulan

Cukup tiga angka utama: total pendapatan, total biaya, dan laba bersih. Bandingkan dari bulan ke bulan untuk melihat produk mana yang paling menguntungkan dan biaya mana yang perlu dipangkas.

Contoh Menghitung Harga Jual dan Laba

Misalkan Anda menjual kaus seharga Rp75.000 di marketplace. Berikut rincian biaya per produk (angka biaya admin hanya ilustrasi; cek tarif terbaru di marketplace Anda):

KomponenBiaya per produk
Harga beli kaus dari supplierRp40.000
Kemasan dan labelRp2.000
Biaya admin marketplace (asumsi 10% dari harga jual)Rp7.500
Biaya iklan rata-rata per pesananRp3.000
Total biayaRp52.500
Laba bersih (Rp75.000 − Rp52.500)Rp22.500 (30%)

Tanpa menghitung biaya admin dan iklan, penjual mungkin mengira labanya Rp33.000. Selisih Rp10.500 per produk inilah yang sering membuat usaha "ramai tapi tidak ada uangnya".

FAQ Seputar Keuangan Bisnis Online

Apa bedanya omzet dan laba?

Omzet adalah total uang dari penjualan. Laba adalah sisa omzet setelah dikurangi semua biaya, seperti modal produk, kemasan, biaya admin, dan iklan.

Berapa gaji yang pantas untuk pemilik usaha kecil?

Tidak ada angka baku. Tetapkan jumlah yang tidak mengganggu modal dan kas usaha, lalu naikkan seiring laba yang terus stabil.

Aplikasi apa yang bisa dipakai untuk mencatat keuangan usaha?

Pemula bisa memulai dari spreadsheet sederhana. Jika transaksi sudah banyak, gunakan aplikasi pembukuan atau kasir yang menyediakan laporan otomatis.

Berapa besar dana darurat usaha yang ideal?

Banyak pelaku usaha menargetkan cadangan yang cukup untuk menutup biaya operasional beberapa bulan. Mulailah dari menyisihkan sebagian kecil laba secara rutin.

Apakah bisnis online wajib membayar pajak?

Ya, penghasilan dari usaha online termasuk objek pajak. Ketentuan untuk UMKM dapat berubah, jadi cek aturan terbaru di situs resmi Direktorat Jenderal Pajak atau konsultasikan dengan konsultan pajak.

Kesimpulan

Cara mengelola keuangan bisnis online dimulai dari kebiasaan sederhana: pisahkan rekening, gaji diri sendiri, catat setiap transaksi, dan hitung semua biaya sebelum menetapkan harga. Dari situ, laba yang sebenarnya akan terlihat jelas.

Usaha yang keuangannya rapi lebih mudah berkembang, lebih siap menghadapi masa sepi, dan lebih dipercaya saat mengajukan modal.

Artikel ini bermanfaat?

Bagikan:WhatsAppFacebookX

Artikel lainnya