Modal Usaha

Cara Menentukan Harga Jual Produk agar Usaha Untung

16 Oktober 2026 · oleh Tim BisnisGue · 5 menit baca · Dibaca 0

cara menentukan harga jual produk

Produk laris belum tentu menguntungkan. Banyak pelaku UMKM menjual dalam jumlah besar, tetapi di akhir bulan uangnya tidak bertambah karena harga jual ditetapkan asal murah atau sekadar mengikuti pesaing. Mengetahui cara menentukan harga jual yang tepat adalah kunci agar setiap produk yang terjual benar-benar memberi keuntungan.

Dalam artikel ini, Anda akan belajar menghitung harga pokok penjualan (HPP), memahami rumus markup dan margin, memilih metode penetapan harga yang sesuai, dan menghindari kesalahan yang sering membuat usaha merugi tanpa disadari.

Komponen Biaya yang Wajib Dihitung

Sebelum menentukan harga, Anda harus tahu berapa sebenarnya biaya untuk menghasilkan satu produk. Inilah yang disebut Harga Pokok Penjualan (HPP). Komponennya terdiri dari:

KomponenPenjelasanContoh
Biaya bahan bakuSemua bahan yang menjadi bagian dari produkTepung, gula, kain, biji kopi
Biaya tenaga kerja langsungUpah orang yang langsung membuat produkGaji juru masak, penjahit, barista
Biaya overheadBiaya pendukung produksi yang tidak langsungListrik, gas, sewa dapur, penyusutan alat
Biaya kemasanWadah dan label produkCup, box, plastik, stiker
Biaya operasional lainBiaya untuk menjual produkOngkos kirim, potongan marketplace, iklan

Biaya yang sering terlupa adalah overhead dan potongan platform penjualan. Padahal jika tidak dimasukkan, keuntungan Anda bisa jauh lebih kecil dari perkiraan.

Cara Menghitung HPP per Produk

Rumus dasarnya sederhana:

Cara Menentukan Harga Jual Produk agar Usaha Untung - gambar 1

Contoh ilustrasi: brownies kemasan box, 1 kali produksi menghasilkan 20 box

KomponenJumlah (Rp)
Bahan baku (cokelat, tepung, telur, mentega, gula)120.000
Tenaga kerja langsung50.000
Overhead (gas, listrik, penyusutan oven)30.000
Kemasan (20 box × Rp2.000)40.000
Total biaya produksi240.000
HPP per box (240.000 ÷ 20)12.000

Artinya, setiap box brownies membutuhkan biaya Rp12.000. Menjual di bawah atau sama dengan angka ini berarti usaha merugi. Angka di atas hanya contoh; gunakan harga bahan dan biaya di tempat Anda.

5 Metode Menentukan Harga Jual

1. Cost-plus pricing (metode markup)

Metode paling populer untuk UMKM: HPP ditambah persentase keuntungan yang diinginkan.

Cara Menentukan Harga Jual Produk agar Usaha Untung - gambar 2

Contoh: HPP Rp12.000 dengan markup 50% → harga jual Rp18.000, untung Rp6.000 per box.

2. Metode margin keuntungan

Banyak yang tertukar antara markup dan margin. Margin dihitung dari harga jual, bukan dari HPP.

Cara Menentukan Harga Jual Produk agar Usaha Untung - gambar 3

Contoh: ingin margin 40% dari harga jual → Rp12.000 ÷ 0,6 = Rp20.000, untung Rp8.000 per box.

MetodePersentaseHarga jualUntung per box
Markup50% dari HPPRp18.000Rp6.000
Margin40% dari harga jualRp20.000Rp8.000

3. Harga berdasarkan pesaing (competitor-based)

Amati harga produk sejenis di pasar, lalu posisikan harga Anda sedikit di bawah, setara, atau di atas sesuai keunggulan produk. Tetap pastikan harga yang dipilih masih di atas HPP.

4. Harga berdasarkan nilai (value-based)

Harga ditentukan dari seberapa besar nilai yang dirasakan pelanggan, bukan hanya biaya. Cocok untuk produk dengan keunikan kuat, seperti produk handmade, jasa keahlian, atau merek yang sudah dipercaya.

5. Harga psikologis dan paket

Gunakan angka seperti Rp19.900 alih-alih Rp20.000 agar terasa lebih murah, atau tawarkan paket bundling (misalnya beli 3 lebih hemat) untuk menaikkan nilai transaksi per pelanggan.

Faktor Lain yang Memengaruhi Harga Jual

  • Target pasar. Harga untuk pelajar tentu berbeda dengan harga untuk pekerja kantoran atau segmen premium.
  • Saluran penjualan. Jualan di marketplace atau aplikasi pesan antar biasanya dikenai potongan komisi, jadi harga online sering perlu dibedakan dari harga offline.
  • Posisi merek. Produk yang ingin dikenal sebagai premium perlu harga, kemasan, dan pelayanan yang selaras.
  • Daya beli dan lokasi. Harga yang wajar di kota besar bisa terasa mahal di daerah lain.
  • Volume penjualan. Harga grosir atau reseller perlu dihitung khusus agar tetap untung meski margin per produk lebih kecil.

Kesalahan Umum Saat Menetapkan Harga

  • Hanya menghitung bahan baku, tanpa memasukkan tenaga kerja, overhead, dan kemasan.
  • Ikut-ikutan harga pesaing tanpa tahu HPP sendiri, padahal biaya tiap usaha berbeda.
  • Menganggap tenaga sendiri gratis. Jika pemilik ikut produksi, waktunya tetap perlu dihargai.
  • Lupa potongan marketplace dan ongkos promosi, sehingga untung habis di biaya penjualan.
  • Terlalu sering memberi diskon, yang membuat pelanggan hanya mau membeli saat promo.
  • Tidak pernah meninjau ulang harga meski harga bahan baku sudah naik berkali-kali.

FAQ Seputar Harga Jual Produk

Berapa persen keuntungan yang ideal untuk UMKM? Tidak ada angka baku. Besarnya tergantung jenis usaha, persaingan, dan target pasar. Yang penting, keuntungan cukup untuk menutup biaya tetap, menggaji pemilik, dan menyisihkan dana pengembangan.

Apa bedanya markup dan margin? Markup dihitung dari HPP, sedangkan margin dihitung dari harga jual. Markup 50% tidak sama dengan margin 50%.

Kapan sebaiknya menaikkan harga? Saat biaya bahan baku atau operasional naik, saat kualitas produk meningkat, atau saat permintaan tinggi. Komunikasikan kenaikan harga dengan jujur kepada pelanggan.

Apakah harga di marketplace boleh berbeda dengan harga di toko? Boleh, dan sering kali perlu, karena ada potongan komisi dan biaya layanan platform yang harus ikut dihitung.

Kesimpulan

Cara menentukan harga jual yang tepat selalu dimulai dari menghitung HPP secara lengkap. Setelah itu, pilih metode yang sesuai, baik markup, margin, mengikuti pesaing, atau berdasarkan nilai, lalu sesuaikan dengan target pasar dan saluran penjualan Anda.

Tinjau ulang harga secara berkala, terutama saat biaya bahan baku berubah. Dengan harga yang dihitung secara cermat, setiap produk yang terjual akan benar-benar menambah keuntungan dan memperkuat keuangan usaha Anda.

Artikel ini bermanfaat?

Bagikan:WhatsAppFacebookX

Artikel lainnya